Kaizen Collaborative Impact Hadirkan SCAM Ready ASEAN di UNY untuk Perkuat Literasi Digital Inklusif
Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan peserta dengan disabilitas netra belajar mengenali, mencegah, dan merespons scam melalui diskusi interaktif dan simulasi Be Scam Ready.
Rilis KaizenSCAM Ready ASEANYogyakarta
Yogyakarta, Indonesia – 24 September 2026. Kaizen Collaborative Impact memulai pelaksanaan program regional Scam Ready ASEAN di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan edukasi keamanan digital yang melibatkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta peserta dengan disabilitas netra. Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNY ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat kampus dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai modus penipuan digital.
Kegiatan ini dibuka dengan kata sambutan oleh Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi UNY. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi secara bijak di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi digital.
“Karena kita hidup di dunia yang semakin digital, aktivitas ini menjadi sangat relevan. Teknologi digital membawa kemudahan, tetapi juga tantangan dan risiko baru. Melalui kegiatan pelatihan ini, kami berharap dapat membangun masyarakat yang lebih cerdas dan bijak dalam beradaptasi dengan era digital.”
Keynote Speech oleh Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd., Dekan fAK
Ahmad Afryan, Project Officer Scam Ready ASEAN
Pesan tersebut kemudian diperkuat oleh Ahmad Afryan, Project Officer Scam Ready ASEAN, yang menggarisbawahi pentingnya membangun ketahanan terhadap penipuan digital secara kolektif, mulai dari tingkat komunitas hingga regional ASEAN.
“Penipuan (scam) memengaruhi kita di setiap tingkatan, mulai dari komunitas lokal hingga wilayah ASEAN yang lebih luas. Bersama dengan mitra pelaksana lokal dan universitas, mari kita belajar, bermain, dan saling melindungi satu sama lain, serta membangun komunitas yang lebih aman dan tangguh di seluruh Indonesia dan ASEAN.”
Sementara itu, Rito Sudianto, Project Manager Kaizen Collaborative Impact, mengajak peserta memanfaatkan kegiatan sebagai ruang untuk memperkuat pengetahuan sekaligus kepercayaan diri dalam menghadapi risiko digital.
“Hari ini adalah tentang membangun pengetahuan dan kepercayaan diri yang kita butuhkan untuk tetap aman saat online, mengenali penipuan, dan membuat pilihan yang lebih cerdas. Jadi, mari kita belajar bersama, mengajukan pertanyaan, dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.”
MoU Kaizen Collaborative Impact–Universitas Negeri Yogyakarta Perkuat Komitmen Edukasi Keamanan Digital
Tanda Tangan Memorandum of Understanding (MoU) Kaizen Collaborative Impact & Universitas Negeri Yogyakarta
Bagian dari sesi pembukaan juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kaizen Collaborative Impact dan Universitas Negeri Yogyakarta. Penandatanganan ini menjadi penanda komitmen kedua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung edukasi literasi dan keamanan digital di lingkungan perguruan tinggi serta memperluas manfaatnya kepada masyarakat.
Setelah sesi seremonial, kegiatan berlanjut ke sesi inti yang dipandu oleh Rizqika Alya Anwar, Master Trainer Scam Ready ASEAN. Peserta terlebih dahulu mengikuti permainan interaktif untuk membangun fokus dan mencairkan suasana sebelum memasuki sesi peningkatan kesadaran mengenai risiko penipuan digital.
Peserta kemudian mengisi pre-test melalui telepon seluler masing-masing untuk mengukur pemahaman awal mengenai keamanan digital. Sesi dilanjutkan dengan diskusi dan berbagi pengalaman, di mana peserta menceritakan pengalaman mereka saat berhadapan dengan berbagai modus penipuan daring.
Dari Pengalaman Korban, Peserta Belajar Mengenali Pola Manipulasi Scam
Salah seorang peserta, Istiqomah Haryani, M.Pd., dari Program Studi Kebijakan Pendidikan UNY, membagikan pengalamannya sebagai korban scam. Ia menceritakan bagaimana dirinya sempat mengikuti instruksi pelaku tanpa menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi, hingga pengalaman tersebut terasa seperti berada dalam kondisi “terhipnotis”.
Ibu Istiqomah Haryani, M.Pd. melakukan sharing pengalaman
Pengalaman serupa juga datang dari salah seorang peserta dengan disabilitas netra yang mengisahkan bahwa dirinya pernah menjadi korban penipuan digital hingga kehilangan saldo tabungan secara instan.
Teman netra juga ikut terlibat aktif dalam menyampaikan ceritanya dalam pelatihan SCAM Ready ASEAN
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa risiko scam dapat dihadapi oleh siapa saja. Dalam sesi edukasi, peserta diajak memahami bahwa pelaku tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memanfaatkan kondisi psikologis tertentu untuk membuat target mengambil keputusan secara terburu-buru.
Melalui modul Scam Strong, Master Trainer menjelaskan sejumlah kondisi yang dapat dimanfaatkan pelaku scam, antara lain rasa terlalu percaya diri (overconfidence), tingkat kepercayaan yang tinggi, kelelahan mental, rasa takut, hingga desakan waktu (urgency).
Pembahasan ini membantu peserta melihat bahwa menjadi korban scam tidak semata-mata berkaitan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Dalam banyak kasus, pelaku menggunakan taktik manipulasi yang dirancang untuk memanfaatkan kondisi emosional dan situasional korban.
Belajar Melalui Simulasi Be Scam Ready
Pembelajaran kemudian diterapkan melalui praktik langsung. Peserta mengakses platform resmi Be Scam Ready dan mengikuti permainan simulasi “The Journey of Be Scam Ready”, yang menghadirkan berbagai skenario penipuan berbasis pesan teks dan WhatsApp.
Melalui simulasi tersebut, peserta berlatih mengenali pesan yang mencurigakan, memahami kapan harus menghentikan interaksi, serta melakukan verifikasi informasi sebelum mengambil tindakan. Peserta dengan disabilitas netra juga mengikuti sesi dengan pendampingan dari tim pelaksana.
Pendekatan berbasis simulasi membuat peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan pengambilan keputusan dalam situasi yang menyerupai pengalaman digital sehari-hari.
Simulasi Be Scam Ready oleh peserta pelatihan SCAM Ready ASEAN, Universitas Negeri Yogyakarta
Bagi Istiqomah Haryani, edukasi semacam ini penting dimulai dari lingkungan terdekat agar kesadaran terhadap risiko scam dapat tumbuh secara kolektif.
“Kehadiran program Scam Ready ASEAN ini tentunya sangat bermanfaat dan membantu sekali bagi kita, terutama untuk merambah ke hal-hal terkecil terlebih dahulu seperti keluarga terdekat, kerabat, hingga komunitas masyarakat sekitar. Banyak korban merasa scam ini bekerja seperti hipnotis yang memanipulasi kesadaran. Oleh karena itu, mari Bapak dan Ibu dari negara tercinta ini, kita saling membantu sesama dalam memperhatikan perkembangan teknologi digital agar tidak disalahgunakan untuk hal negatif yang merugikan orang lain.”
Melalui kolaborasi antara Kaizen Collaborative Impact, perguruan tinggi, dan berbagai komunitas, Scam Ready ASEAN mendorong terbentuknya budaya saling menjaga di ruang digital. Upaya ini sejalan dengan tagline SCAM Ready ASEAN, yaitu Learn, Play, and Protect One Another, bahwa membangun ketahanan digital yang aman harus dimulai dari kemauan untuk terus belajar (Learn), memanfaatkan pendekatan edukasi yang interaktif dan menyenangkan seperti game simulasi (Play), hingga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk saling melindungi sesama (Protect One Another) dari berbagai ancaman siber demi mewujudkan ruang digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Informasi mengenai program, peluang kolaborasi komunitas, dan kegiatan Scam Ready ASEAN by Kaizen Collaborative Impact dapat diperoleh melalui:
Instagram @kaizenimpact_org atau email partner@kaizenimpact.org.
“Tentang Kaizen Collaborative Impact
Kaizen Collaborative Impact merupakan organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, edukasi literasi digital, dan pengembangan program inklusif di Indonesia. Melalui kolaborasi aktif bersama berbagai sektor publik dan lembaga regional, Kaizen Collaborative Impact berkomitmen menciptakan ekosistem digital yang aman, setara, dan memberikan dampak nyata berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kaizen Collaborative Impact sebagai salah satu Local Implementing Partner dari program SCAM Ready ASEAN. ”
“Tentang Scam Ready ASEAN
Program Scam Ready ASEAN dilaksanakan oleh ASEAN Foundation dengan dukungan dana sebesar USD 5 juta dari Google.org dari tahun 2025 hingga 2027. Program ini bertujuan untuk membekali 3 juta orang di seluruh wilayah ASEAN dengan pengetahuan praktis untuk mengenali dan menanggapi penipuan daring (online scam), termasuk ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terus bermunculan. Melalui pelatihan terstruktur, pembelajaran berbasis gim seperti gim Be Scam Ready, kampanye kesadaran publik, serta keterlibatan di tingkat nasional dan regional, program ini berupaya memperkuat ketahanan digital di berbagai komunitas. Bekerja sama dengan 20 organisasi lokal, Scam Ready ASEAN akan menggerakkan 2.000 Master Trainer dan menjangkau lebih dari 550.000 peserta didik menggunakan modul yang dikembangkan oleh para ahli dan disesuaikan untuk seluruh 11 Negara Anggota ASEAN. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: aseanfoundation.org ”
“Tentang ASEAN Foundation
Tiga dekade setelah ASEAN didirikan, para pemimpin ASEAN menyadari bahwa kemakmuran bersama, kesadaran tentang ASEAN, dan kontak antar masyarakat ASEAN masih belum memadai. Sebagai tanggapan, ASEAN Foundation didirikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan Hari Jadi ASEAN ke-30 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15 Desember 1997. ASEAN Foundation adalah organisasi dari dan untuk masyarakat ASEAN. Yayasan ini hadir untuk membangun Komunitas ASEAN yang terintegrasi dan makmur dengan mempromosikan kesadaran, identitas, interaksi, dan pengembangan masyarakat ASEAN. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.aseanfoundation.org
”
PKKMB FKIP Unsulbar 2026: Master Trainer Kaizen Collaborative Impact Membekali 700 Mahasiswa Baru Fundamental berpikir AI dan Strategi Bisnis
Majene, 13 Agustus 2026 – Kaizen Collaborative Impact menghadiri kegiatan pembekalan literasi kecerdasan buatan (AI) bagi 700 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 untuk membekali calon pendidik dengan kompetensi teknologi masa depan.
Kodaeral VI Makassar Dukung Perluasan Edukasi AI dan Literasi Digital Kaizen di Indonesia Timur
Pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Takalar membahas perkembangan AIM ASEAN serta peluang kolaborasi lanjutan dalam edukasi kecerdasan buatan dan pencegahan penipuan digital.