Lewati ke konten utama
Kaizen Collaborative Impact

Kaizen

Cerita Dampak

Bukti nyata dari kerja Kaizen di lapangan.

Setiap cerita disusun sebagai masalah, intervensi, hasil, dan pembelajaran agar mitra bisa melihat persis bagaimana Kaizen bekerja.

Struktur cerita

  • 01Berangkat dari masalah yang dirasakan komunitas
  • 02Intervensi yang dirancang bersama mitra
  • 03Hasil dan indikator awal yang dapat dipantau
  • 04Pembelajaran agar program dapat direplikasi

Total Penerima Manfaat

0+

Literasi Digital Umum

0+

Literasi Digital UMKM

0+

Sekolah & Kampus

0+

Provinsi Terjangkau

0+

Mitra Kolaboratif

0+

Dokumentasi case study: Jejaring Kampus untuk Literasi AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Makassar, Purwokerto, Ambon, Manokwari, dan jejaring kampus mitra di Indonesia.

Cerita Dampak · ai-ready-asean

Jejaring Kampus untuk Literasi AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Masalah. Banyak pelajar dan mahasiswa mulai memakai AI, tetapi belum semuanya memahami etika, batasan, keamanan data, dan cara memanfaatkannya secara produktif.

Intervensi. Kaizen menjalankan sesi Hour of Code, AI Literacy, diskusi etika AI, dan kolaborasi kampus sebagai pintu masuk pembelajaran AI yang lebih aman.

10+ sekolah dan universitas terlibat1.000+ penerima manfaat langsungMateri literasi AI dan etika penggunaan teknologi
Dokumentasi case study: Membantu UMKM Mengenal AI untuk Produktivitas dan Daya Saing

Nasional (Indonesia), menjangkau berbagai wilayah dengan fokus utama pelaku usaha mikro.

Cerita Dampak · aim-asean

Membantu UMKM Mengenal AI untuk Produktivitas dan Daya Saing

Masalah. UMKM membutuhkan cara praktis untuk memanfaatkan AI tanpa kehilangan konteks bisnis lokal, kedekatan pelanggan, dan kemampuan eksekusi harian.

Intervensi. Program AIM ASEAN memperkenalkan penggunaan AI untuk ide konten, efisiensi operasional, katalog produk, layanan pelanggan, dan perencanaan usaha.

12.101 UMKM teredukasi: 11.994 skala Mikro (99%), 71 skala Kecil (0,59%), dan 36 skala Menengah (0,30%)Keterwakilan gender (GEDSI): 7.760 wirausaha perempuan (64,13%) dan 4.328 wirausaha laki-laki (35,77%); 13 peserta lainnya tidak mencantumkan data genderDistribusi 7 sektor utama: 43,87% Kuliner (5.309), 12,31% FMCG (1.490), 11,01% Jasa (1.332), 10,06% Industri Kreatif (1.217), 8,31% Fashion (1.005), 3,20% Pariwisata (387), dan 11,25% Lainnya (1.361)