Bantu 3.000 UMKM Takalar Go Digital, Kaizen lewat Program AIM ASEAN Sentuh 86 Desa dan 24 Kelurahan di Kabupaten Takalar
Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui digitalisasi usaha mikro. Langkah nyata ini diwujudkan lewat Pelatihan UMKM Takalar dalam Program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN). Kegiatan ini digerakkan oleh Kaizen Collaborative Impact selaku mitra pelaksana lokal (Local Implementing Partner) dari ASEAN Foundation dan Google.org.
Rilis KaizenAIM ASEANKabupaten Takalar
TAKALAR, – Kaizen Collaborative Impact, selaku Local Implementation Partner (LIP) Indonesia untuk program regional AIM ASEAN (AI For MSME Advancement in ASEAN), sukses menuntaskan rangkaian tahap pertama edukasi kecerdasan buatan (AI) bagi lebih dari 3.000 pelaku UMKM di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Program intensif yang berlangsung sejak 10 Januari hingga Mei 2026 ini berhasil mendiversifikasi keterampilan digital masyarakat lokal di 12 kecamatan, mencakup 86 desa dan 24 kelurahan.
Perjalanan ekspansi program ini dimulai sejak awal November 2025 dengan menjangkau wilayah Maros hingga Makassar. Kaizen kemudian memperkuat komitmennya lewat penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) resmi bersama Pemerintah Kabupaten Takalar pada Desember 2025. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam operasional UMKM demi memastikan keberlangsungan usaha mereka di pasar regional ASEAN.
Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Digital
Melatih ribuan pelaku UMKM dengan latar belakang usia dan pemahaman teknologi yang beragam, menjadi tantangan tersendiri bagi tim Kaizen. Meski demikian, antusiasme masyarakat Takalar sangat tinggi dalam mempelajari pemanfaatan AI untuk efisiensi modal usaha, pembuatan desain promosi yang menarik, hingga strategi menjaring lebih banyak pelanggan secara daring. Melalui adopsi AI, para pelaku usaha kini memiliki platform konsultasi mandiri untuk mencari ide bisnis baru agar usaha mereka tidak kehabisan ide (stuck).
Dampak nyata dari intervensi teknologi ini langsung terasa di lapangan. Kaizen berhasil mendampingi para pelaku usaha untuk hadir di ruang digital melalui aktivasi Google Bisnis Profil (Google Business Profile). Di beberapa desa, para pemilik usaha mengaku kembali menemukan semangat baru untuk membangun bisnis mereka karena kini memiliki AI sebagai "teman diskusi" saat menghadapi kendala operasional atau strategi pemasaran.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh Penjabat Bupati Takalar, Bapak Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, yang mengapresiasi langsung dampak nyata program ini bagi perekonomian lokal. Beliau menitipkan pesan mendalam agar program pemberdayaan dari Kaizen ini memiliki keberlanjutan (sustainability), terutama pada aspek peningkatan kapasitas literasi digital tingkat lanjut mulai dari hal-hal sederhana di tingkat akar rumput.
Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Takalar, khususnya Kepala Bidang UMKM, H. Andi Amil beserta seluruh jajaran staf. Sinergi yang solid antara dinas terkait dan Kaizen menjadi kunci utama sehingga seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Takalar berhasil mendapatkan pemerataan edukasi digital tanpa terkecuali.
Edukasi dan pemanfaatan AI yang telah ditanamkan selama lima bulan terakhir ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi kemandirian ekonomi digital yang berkelanjutan di Kabupaten Takalar hingga masa depan.
“Tentang Program:
AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) adalah program inisiatif dari ASEAN Foundation yang dirancang khusus untuk membekali Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara dengan keterampilan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Program ini berfokus pada beberapa tujuan utama untuk membantu UMKM bersaing di era digital: (1) Melatih pelaku usaha menggunakan AI agar bisnis mereka lebih efisien, produktif, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (2) Membantu UMKM mengadopsi dan memanfaatkan AI secara relevan dan bertanggung jawab dalam operasional sehari-hari, seperti pemasaran, manajemen inventaris, dan layanan pelanggan. Program ini didukung oleh berbagai pihak termasuk AVPN, Google.org, dan ADB (Asian Development Bank) serta pemerintah negara anggota ASEAN. Di Indonesia, program ini mendapat dukungan luas, termasuk dari Wakil Presiden, mengingat Indonesia menjadi salah satu target utama untuk memperkuat kedaulatan digital dan kapasitas sumber daya manusia di kawasan.
Melalui Kaizen Collaborative Impact yang merupakan organisasi pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas digital, ekonomi kreatif, dan pengembangan UMKM di Indonesia. Sebagai mitra pelaksana lokal (Local Implementation Partner) program AIM ASEAN, berkomitmen menjembatani kesenjangan teknologi di wilayah Indonesia Timur melalui program-program inklusif dan berkelanjutan.”
PKKMB FKIP Unsulbar 2026: Master Trainer Kaizen Collaborative Impact Membekali 700 Mahasiswa Baru Fundamental berpikir AI dan Strategi Bisnis
Majene, 13 Agustus 2026 – Kaizen Collaborative Impact menghadiri kegiatan pembekalan literasi kecerdasan buatan (AI) bagi 700 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026 untuk membekali calon pendidik dengan kompetensi teknologi masa depan.
Kodaeral VI Makassar Dukung Perluasan Edukasi AI dan Literasi Digital Kaizen di Indonesia Timur
Pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Takalar membahas perkembangan AIM ASEAN serta peluang kolaborasi lanjutan dalam edukasi kecerdasan buatan dan pencegahan penipuan digital.