Gelar Acara UMKM Connect, LDII Sulsel Ajak Pelaku Usaha Belajar AI dan Proteksi Siber
LDII Sulawesi Selatan sukses menggelar acara bertajuk UMKM Connect. Para pelaku usaha lokal diajak untuk melek teknologi digital. Fokus utamanya adalah belajar memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk bisnis secara etis dan bertanggung jawab, sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan data dari kejahatan siber. Menariknya, acara ini juga turut dihadiri oleh Deng Ical, anggota DPR RI Komisi I. Tokoh yang dikenal peduli pada industri digital ini ikut menggandeng program AIM ASEAN milik ASEAN Foundation dan Google.org bersama Kaizen Collaborative Impact untuk ikut serta dalam kegiatan LDII Sulsel. Kehadiran program skala regional ASEAN ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM lokal di Sulawesi Selatan bisa menggunakan AI sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Rilis KaizenAIM ASEANSulawesi Selatan
MAKASSAR – Karebosi Hotel Makassar, pada Minggu, 7 Juni 2026. Ratusan pelaku UMKM di Sulawesi Selatan, baik yang hadir langsung secara luring maupun yang bergabung lewat layar virtual secara daring sangat antusias menyambut kegiatan ini. Melalui acara yang bertajuk UMKM Connect yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Sulawesi Selatan, para pelaku usaha ini mendapatkan beberapa rangkaian kegiatan yang bermanfaat mulai dari talkshow inspiratif bersama dengan pemilik bisnis dengan brand yang sukses, bincang hangat dengan Deng Ical selaku Anggota DPR RI Komisi I terkait dorongan pemerintah untuk UMKM di tengah isu keamanan digital, dan juga mendapatkan materi terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk membantu usaha sehari-hari.
Dukungan untuk UMKM SULSEL dari Deng Ical Anggota DPR RI Fraksi PKB
Pemaparan Materi dari Deng Ical dalam kegiatan UMKM Connect LDII SULSEL
Acara ini bisa berjalan berkat dukungan dari Anggota DPR RI Komisi I, Bapak H. Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical. Beliau juga menggandeng Kaizen Collaborative Impact untuk membawakan materi untuk UMKM di Kegiatan LDII UMKM Connect.
Dalam rangkaian acara UMKM Connect, Dg Ical terlebih dahulu memaparkan edukasi mendalam mengenai keamanan digital dan perlindungan UMKM dari kejahatan siber. Beliau membahas langkah preventif terhadap penipuan daring, peretasan akun, serta memaparkan program pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang aman bagi pelaku usaha di Sulawesi Selatan. Lebih lanjut, sesi ini menekankan pentingnya membentengi reputasi bisnis melalui pemahaman ancaman siber dan pemanfaatan bantuan pemerintah secara optimal.
Peningkatan Kesadaran Pemanfaatan Teknologi AI untuk Bisnis
Melanjutkan dari paparan oleh Deng Ical terkait keamanan ekosistem digital, Kaizen Collaborative Impact melalui program AIM ASEAN yang merupakan inisiatif besar dari ASEAN Foundation dan Google.org untuk membantu usaha mikro,kecil dan menengah di Asia Tenggara.
Master Trainer AIM ASEAN kak Muhammad Iqbal Gunawan kemudian mengajarkan cara penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan secara beretika dan bertanggung jawab untuk membantu pekerjaan operasional usaha sehari-hari. Menariknya, para peserta tidak hanya diajari cara memakainya, tetapi juga diajak memahami fakta-fakta dan update terkini terkait AI yang mereka gunakan sehari-hari.
Peserta kembali diingatkan untuk lebih hati-hati dan dibimbing untuk memetakan kebutuhan bisnis mereka sendiri. Dengan begitu, mereka bisa tahu dengan pasti di bagian mana teknologi AI ini benar-benar dibutuhkan. Apakah di bagian keuangan, pemasaran, atau desain produk yang memerlukan teknologi AI untuk automatisasi beberapa tahapan dalam bisnis.
Melalui materi yang dibawakan, pelaku UMKM diajarkan cara memetakan kebutuhan bisnis mereka sendiri. Mereka diajak melihat di bagian mana teknologi AI ini benar-benar dibutuhkan. Jika tahu bagian mana yang butuh dibantu, pelaku usaha tidak akan membuang-buang waktu dan modal secara percuma untuk menggunakan teknologi dalam bisnis mereka.
Master Trainer AIM ASEAN Muhammad Iqbal Gunawan
Bekal Berkelanjutan untuk Masa Depan
Edukasi literasi digital ini diharapkan menjadi titik balik bagi ekosistem UMKM LDII Sulsel. Dengan memahami batasan, risiko, serta potensi riil dari kecerdasan buatan, para pelaku usaha kini memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah ke tingkat yang lebih profesional.
Melalui ruang diskusi yang tercipta di UMKM Connect, kolaborasi antara pemerintah, organisasi pemberdaya seperti Kaizen, komunitas keagamaan seperti LDII, serta kolaborasi teknologi terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi lokal Sulawesi Selatan tetap tangguh menembus pasar lokal maupun regional.
Peserta Pelatihan UMKM Connect oleh LDII SULSEL
“Tentang Program:
AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) adalah program inisiatif dari ASEAN Foundation yang dirancang khusus untuk membekali Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara dengan keterampilan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI). Program ini berfokus pada beberapa tujuan utama untuk membantu UMKM bersaing di era digital: (1) Melatih pelaku usaha menggunakan AI agar bisnis mereka lebih efisien, produktif, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. (2) Membantu UMKM mengadopsi dan memanfaatkan AI secara relevan dan bertanggung jawab dalam operasional sehari-hari, seperti pemasaran, manajemen inventaris, dan layanan pelanggan. Program ini didukung oleh berbagai pihak termasuk AVPN, Google.org, dan ADB (Asian Development Bank) serta pemerintah negara anggota ASEAN. Di Indonesia, program ini mendapat dukungan luas, termasuk dari Wakil Presiden, mengingat Indonesia menjadi salah satu target utama untuk memperkuat kedaulatan digital dan kapasitas sumber daya manusia di kawasan.
Melalui Kaizen Collaborative Impact yang merupakan organisasi pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas digital, ekonomi kreatif, dan pengembangan UMKM di Indonesia. Sebagai mitra pelaksana lokal (Local Implementation Partner) program AIM ASEAN, berkomitmen menjembatani kesenjangan teknologi di wilayah Indonesia Timur melalui program-program inklusif dan berkelanjutan.”
Bantu 3.000 UMKM Takalar Go Digital, Kaizen lewat Program AIM ASEAN Sentuh 86 Desa dan 24 Kelurahan di Kabupaten Takalar
Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui digitalisasi usaha mikro. Langkah nyata ini diwujudkan lewat Pelatihan UMKM Takalar dalam Program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN). Kegiatan ini digerakkan oleh Kaizen Collaborative Impact selaku mitra pelaksana lokal (Local Implementing Partner) dari ASEAN Foundation dan Google.org.
Google.org dan ASEAN Foundation Bekali Mahasiswa UIN Walisongo tentang Etika di Era Kecerdasan Buatan
UIN Walisongo bersama Google.org, ASEAN Foundation, dan Kaizen Collaborative Impact menggelar webinar tentang etika dan jejak digital profesional di era AI, diikuti lebih dari 150 mahasiswa.
Menuju Penandatanganan MoU, Kaizen dan Pemkab Maros Intensifkan Rencana Pelatihan Massal Pedagang Tradisional
Kaizen Collaborative Impact bersama Pemerintah Kabupaten Maros kini sedang mematangkan rencana kerja sama strategis. Menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), kedua pihak terus mengintensifkan persiapan untuk menggelar pelatihan massal bagi para pedagang tradisional di wilayah Maros. Langkah ini diambil untuk mempercepat digitalisasi pasar rakyat agar mampu bersaing di era modern. Melalui program pelatihan massal ini, para pedagang tradisional akan dibekali keterampilan praktis dalam mengelola keuangan digital dan pemasaran online. Kerja sama antara Kaizen dan Pemkab Maros ini diharapkan dapat menghidupkan kembali ekosistem pasar lokal, meningkatkan pendapatan pedagang kecil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.