Kegiatan Scam Ready ASEAN yang diselenggarakan secara daring melalui Google Meet pada 26 Oktober hingga 30 Oktober 2026 ini melibatkan para guru di sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di tujuh kecamatan di Kabupaten Kolaka, yaitu Latambaga, Pomalaa, Wundulako, Baula, Wolo, Samaturu, dan Tanggetada.
Dalam sesi diskusi, beberapa guru membagikan pengalaman mengenai berbagai modus penipuan yang mereka temui di lingkungan sekitar. Salah satu Guru dari SDN 2 Kolakaasi ibu Nurlaela yang membagikan pengalaman orang tua siswa di SDN 2 Kolakaasi yang pernah terkena kasus penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan salah satu muridnya yang sedang kecelakaan dan di rawat di salah satu rumah sakit. Kasus yang menjadi perhatian tersebut membuat Ibu Nurlaela dan guru lain mempertanyakan “Bagaimana bisa pelaku tersebut mengetahui informasi mengenai anak dan keluarganya, bahkan sampai informasi detail tentang sekolah dan sebagainya?” Tanya Ibu Nurlaela dalam Google Meet.
Beragam cerita memperlihatkan bahwa penipuan digital tidak hanya akan menyasar orang yang aktif menggunakan media sosial. Namun juga berpotensi menyasar seluruh ekosistem pendidikan termasuk kepala sekolah, bendahara sekolah, operator sekolah, orang tua siswa, serta siswa dan siswi, berada di tingkat rentan untuk terkena penipuan di ruang digital.
Melalui sesi in-depth learning Scam Ready ASEAN, guru diarahkan untuk mengambil peran penting sebagai pelindung literasi digital generasi muda. Harapannya bapak dan Ibu guru di sekolah dapat menjaga para murid agar tetap aman di ruang digital. Dengan cara diajak untuk memiliki bekal dalam mengenali tanda-tanda penipuan, memeriksa kebenaran informasi, serta nantinya dapat membiasakan siswa dan orang tua siswa agar tidak mudah percaya pada pesan dan tawaran yang belum terverifikasi.
Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka, Bapak H. Muhammad Jusrin Djafar, S.Sos., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kolaka. Kolaborasi ini terjalin bersama Kaizen Collaborative Impact melalui Project Officer Kaizen Collaborative Impact Wilayah Sulawesi Tenggara Bapak Zulchaidir Ashary untuk mengajak seluruh guru di Kabupaten Kolaka untuk #JagaSamaSama dan #AmanSamaSama di ruang digital.