Sumbawa, Indonesia – 12 Agustus 2026.
Kaizen Collaborative Impact bekerja sama dengan AMMAN Mineral dan tiga perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat yakni Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Universitas Cordova (Undova), dan Universitas Mataram (Unram) menghadirkan rangkaian program literasi digital. Inisiatif ini dimulai dari pelaksanaan program AI Ready ASEAN yang dilanjutkan dengan sesi AI Class ASEAN, guna meningkatkan kemampuan literasi AI bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan universitas. Harapannya, para akademisi dapat menjadi agen perubahan (agent of change) serta penggerak utama dalam menyebarkan edukasi literasi AI kepada masyarakat luas di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bersamaan dengan itu, program ini juga memperkenalkan inisiatif Scam Ready ASEAN bagi para mahasiswa dan dosen. Dalam pelaksanaan ini, Kaizen Collaborative Impact bertindak sebagai mitra pelaksana lokal (Local Implementing Partner) untuk program Scam Ready ASEAN yang diselenggarakan oleh ASEAN Foundation dengan dukungan pendanaan dari Google.org.
Rangkaian kegiatan perkenalan ini dilaksanakan langsung di ketiga kampus. Sesi di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) telah sukses berlangsung pada tanggal 12 hingga 13 Agustus 2026, dan akan dilanjutkan ke Universitas Cordova (Undova) pada 15–16 Agustus 2026, serta Universitas Mataram (Unram) pada 18–19 Agustus 2026.
Sebagai langkah awal yang penting, Kaizen Collaborative Impact dan UTS juga telah resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama pada 12 Agustus 2026. Penandatanganan ini dilakukan oleh Rizki Ayu Febriana selaku Project Officer Kaizen Collaborative Impact dan Muhammad Iqbal, S.Sos., M.M.Inov selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama UTS, sebagai landasan kerja sama jangka panjang dalam memperkuat kapasitas digital.
Program Scam Ready ASEAN hadir untuk merespons tingginya kerugian akibat penipuan online di Asia Tenggara, yang pada tahun 2024 lalu mencapai angka USD 23,6 miliar. Lonjakan kasus ini dipicu oleh maraknya modus penipuan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), kemudahan sistem pembayaran instan, serta jaringan kejahatan lintas negara. Menanggapi situasi tersebut, ASEAN Foundation dengan dukungan dana sebesar USD 5 juta dari Google.org menjalankan program ini sepanjang periode 2025–2027. Inisiatif ini menargetkan hingga 3 juta penerima manfaat mulai dari anak muda, lansia, tenaga pendidik, orang tua, hingga pengasuh di seluruh kawasan ASEAN, melalui kerja sama dengan 20 mitra lokal, termasuk Kaizen Collaborative Impact di Indonesia.