Lewati ke konten utama
Kaizen Collaborative Impact

Kaizen

Kembali ke berita
Program Update·8 Juni 2026·Admin Kaizen

Menuju Penandatanganan MoU, Kaizen dan Pemkab Maros Intensifkan Rencana Pelatihan Massal Pedagang Tradisional

Kaizen Collaborative Impact bersama Pemerintah Kabupaten Maros kini sedang mematangkan rencana kerja sama strategis. Menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), kedua pihak terus mengintensifkan persiapan untuk menggelar pelatihan massal bagi para pedagang tradisional di wilayah Maros. Langkah ini diambil untuk mempercepat digitalisasi pasar rakyat agar mampu bersaing di era modern. Melalui program pelatihan massal ini, para pedagang tradisional akan dibekali keterampilan praktis dalam mengelola keuangan digital dan pemasaran online. Kerja sama antara Kaizen dan Pemkab Maros ini diharapkan dapat menghidupkan kembali ekosistem pasar lokal, meningkatkan pendapatan pedagang kecil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Rilis KaizenAIM ASEANKabupaten Maros
Menuju Penandatanganan MoU, Kaizen dan Pemkab Maros Intensifkan Rencana Pelatihan Massal Pedagang Tradisional

MAROS, Mei 2026 – Kaizen Collaborative Impact bersama Pemerintah Kabupaten Maros tengah mematangkan proses penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai komitmen bersama dalam mendorong percepatan ekonomi digital daerah. Kerja sama strategis ini berfokus pada rencana besar untuk melatih sebanyak 3.127 pelaku usaha yang tersebar di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Maros melalui program regional AIM ASEAN (AI For MSME Advancement in ASEAN).

Proses MoU yang kini masuk dalam tahap finalisasi tersebut menjadi gerbang awal bagi transformasi digital pedagang pasar di Maros. Selain peningkatan omzet melalui teknologi, kolaborasi ini sesuai arahan dari Kadis Kopurindag Kabupaten Maros bapak Andi Samsofyan akan membekali para pedagang tradisional dengan tameng keamanan siber dan pemasaran digital melalui pengenalan program Scam Ready ASEAN dengan pendekatan program yang telah berjalan yakni AIM ASEAN.

Menyasar 3.127 Pedagang Pasar Tradisional Menuju Pasar Digital

Pelatihan literasi digital ini dirancang khusus untuk menyentuh ekosistem pasar tradisional yang selama ini sering kali tertinggal dalam adopsi teknologi modern. Melalui program AIM ASEAN, sebanyak 3.127 pelaku usaha pasar di Maros akan diajarkan pemanfaatan praktis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sederhana namun berdampak besar.

Para pedagang akan dipandu untuk mendesain usaha agar lebih menarik, melakukan manajemen bisnis modern, serta memanfaatkan AI untuk menghemat pengeluaran modal usaha. Edukasi ini bertujuan agar eksistensi pedagang pasar tradisional di Kabupaten Maros tetap kuat dan mampu bersaing di ruang digital regional.

Sinergi Multipihak Demi Keberlanjutan Program

Seiring dengan dorongan untuk masuk ke ekosistem digital, Kaizen menyadari adanya risiko kejahatan siber yang mengintai para pelaku usaha, seperti penipuan daring (online scam) dan peretasan akun bisnis. Oleh karena itu, dalam proses penjajakan MoU ini, Kaizen turut menyisipkan materi pengenalan program Scam Ready ASEAN.

Melalui program preventif siber ini, para pedagang pasar tradisional tidak hanya diajarkan cara mencari keuntungan di dunia digital, tetapi juga dibekali pengetahuan dasar untuk mendeteksi, menangkal, dan melindungi aset digital mereka dari berbagai modus penipuan online yang marak terjadi saat ini.

Kerja sama yang tengah berjalan (on progress) antara Kaizen dan Pemerintah Kabupaten Maros ini diharapkan dapat segera disahkan dalam waktu dekat. Dukungan penuh dari jajaran dinas terkait di Pemkab Maros menjadi energi utama bagi Kaizen untuk memastikan bahwa target pelatihan 3.127 pelaku usaha ini dapat terealisasi secara merata, efektif, dan berkelanjutan di seluruh pasar tradisional Maros.

Bersama Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros, 20 Mei 2026
Tag#AIM ASEAN#Kabupaten Maros

Bacaan terkait

Update lain dari ekosistem Kaizen

Lihat semua kabar
Gelar Acara UMKM Connect, LDII Sulsel Ajak Pelaku Usaha Belajar AI dan Proteksi SiberProgram UpdateKaizen

8 Juni 2026

AIM ASEAN

Gelar Acara UMKM Connect, LDII Sulsel Ajak Pelaku Usaha Belajar AI dan Proteksi Siber

LDII Sulawesi Selatan sukses menggelar acara bertajuk UMKM Connect. Para pelaku usaha lokal diajak untuk melek teknologi digital. Fokus utamanya adalah belajar memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk bisnis secara etis dan bertanggung jawab, sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan data dari kejahatan siber. Menariknya, acara ini juga turut dihadiri oleh Deng Ical, anggota DPR RI Komisi I. Tokoh yang dikenal peduli pada industri digital ini ikut menggandeng program AIM ASEAN milik ASEAN Foundation dan Google.org bersama Kaizen Collaborative Impact untuk ikut serta dalam kegiatan LDII Sulsel. Kehadiran program skala regional ASEAN ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM lokal di Sulawesi Selatan bisa menggunakan AI sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.

Baca update
Bantu 3.000 UMKM Takalar Go Digital, Kaizen lewat Program AIM ASEAN Sentuh 86 Desa dan 24 Kelurahan di Kabupaten TakalarProgram UpdateKaizen

8 Juni 2026

AIM ASEAN

Bantu 3.000 UMKM Takalar Go Digital, Kaizen lewat Program AIM ASEAN Sentuh 86 Desa dan 24 Kelurahan di Kabupaten Takalar

Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui digitalisasi usaha mikro. Langkah nyata ini diwujudkan lewat Pelatihan UMKM Takalar dalam Program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN). Kegiatan ini digerakkan oleh Kaizen Collaborative Impact selaku mitra pelaksana lokal (Local Implementing Partner) dari ASEAN Foundation dan Google.org.

Baca update
Google.org dan ASEAN Foundation Bekali Mahasiswa UIN Walisongo tentang Etika di Era Kecerdasan BuatanProgram UpdateKaizen

3 Juni 2026 · walisongo.ac.id

Google.org dan ASEAN Foundation Bekali Mahasiswa UIN Walisongo tentang Etika di Era Kecerdasan Buatan

UIN Walisongo bersama Google.org, ASEAN Foundation, dan Kaizen Collaborative Impact menggelar webinar tentang etika dan jejak digital profesional di era AI, diikuti lebih dari 150 mahasiswa.

Baca update