Menuju Penandatanganan MoU, Kaizen dan Pemkab Maros Intensifkan Rencana Pelatihan Massal Pedagang Tradisional
Kaizen Collaborative Impact bersama Pemerintah Kabupaten Maros kini sedang mematangkan rencana kerja sama strategis. Menuju penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), kedua pihak terus mengintensifkan persiapan untuk menggelar pelatihan massal bagi para pedagang tradisional di wilayah Maros. Langkah ini diambil untuk mempercepat digitalisasi pasar rakyat agar mampu bersaing di era modern. Melalui program pelatihan massal ini, para pedagang tradisional akan dibekali keterampilan praktis dalam mengelola keuangan digital dan pemasaran online. Kerja sama antara Kaizen dan Pemkab Maros ini diharapkan dapat menghidupkan kembali ekosistem pasar lokal, meningkatkan pendapatan pedagang kecil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Rilis KaizenAIM ASEANKabupaten Maros
MAROS, Mei 2026 – Kaizen Collaborative Impact bersama Pemerintah Kabupaten Maros tengah mematangkan proses penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai komitmen bersama dalam mendorong percepatan ekonomi digital daerah. Kerja sama strategis ini berfokus pada rencana besar untuk melatih sebanyak 3.127 pelaku usaha yang tersebar di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Maros melalui program regional AIM ASEAN (AI For MSME Advancement in ASEAN).
Proses MoU yang kini masuk dalam tahap finalisasi tersebut menjadi gerbang awal bagi transformasi digital pedagang pasar di Maros. Selain peningkatan omzet melalui teknologi, kolaborasi ini sesuai arahan dari Kadis Kopurindag Kabupaten Maros bapak Andi Samsofyan akan membekali para pedagang tradisional dengan tameng keamanan siber dan pemasaran digital melalui pengenalan program Scam Ready ASEAN dengan pendekatan program yang telah berjalan yakni AIM ASEAN.
Menyasar 3.127 Pedagang Pasar Tradisional Menuju Pasar Digital
Pelatihan literasi digital ini dirancang khusus untuk menyentuh ekosistem pasar tradisional yang selama ini sering kali tertinggal dalam adopsi teknologi modern. Melalui program AIM ASEAN, sebanyak 3.127 pelaku usaha pasar di Maros akan diajarkan pemanfaatan praktis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sederhana namun berdampak besar.
Para pedagang akan dipandu untuk mendesain usaha agar lebih menarik, melakukan manajemen bisnis modern, serta memanfaatkan AI untuk menghemat pengeluaran modal usaha. Edukasi ini bertujuan agar eksistensi pedagang pasar tradisional di Kabupaten Maros tetap kuat dan mampu bersaing di ruang digital regional.
Sinergi Multipihak Demi Keberlanjutan Program
Seiring dengan dorongan untuk masuk ke ekosistem digital, Kaizen menyadari adanya risiko kejahatan siber yang mengintai para pelaku usaha, seperti penipuan daring (online scam) dan peretasan akun bisnis. Oleh karena itu, dalam proses penjajakan MoU ini, Kaizen turut menyisipkan materi pengenalan program Scam Ready ASEAN.
Scam Ready ASEAN, Literasi Digital, Keamanan Digital, Anti-Scam, Pendidikan Digital
Dorong Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Lebih Kritis Sebelum Percaya Informasi Digital
Melalui pembelajaran praktis dan permainan Scam Tactic Lab, Kaizen Collaborative Impact mendorong mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro mengenali modus penipuan dan membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan.
Melalui program preventif siber ini, para pedagang pasar tradisional tidak hanya diajarkan cara mencari keuntungan di dunia digital, tetapi juga dibekali pengetahuan dasar untuk mendeteksi, menangkal, dan melindungi aset digital mereka dari berbagai modus penipuan online yang marak terjadi saat ini.
Kerja sama yang tengah berjalan (on progress) antara Kaizen dan Pemerintah Kabupaten Maros ini diharapkan dapat segera disahkan dalam waktu dekat. Dukungan penuh dari jajaran dinas terkait di Pemkab Maros menjadi energi utama bagi Kaizen untuk memastikan bahwa target pelatihan 3.127 pelaku usaha ini dapat terealisasi secara merata, efektif, dan berkelanjutan di seluruh pasar tradisional Maros.
Bersama Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros, 20 Mei 2026
Melanjutkan penguatan literasi digital di Sulawesi Barat, Kaizen Collaborative Impact bersama ASEAN Foundation dan Google.org mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan daring.
Maraknya Modus Penipuan Digital Kaizen Collaborative Impact Menghadirkan Premiere Session Scam Ready ASEAN di Takalar
TAKALAR, 15 Oktober 2026 — Meningkatnya kewaspadaan terhadap modus penipuan digital menjadi kebutuhan penting di tengah luasnya aktivitas masyarakat di ruang digital. Laporan penipuan arisan daring yang merugikan warga di Kabupaten Takalar menjadi salah satu alasan masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan mengenali pola manipulasi sebelum melakukan transaksi digital dan membagikan data pribadi.