SEMARANG, 20 Oktober 2026 — Siapa pun bisa menjadi korban penipuan digital. Karena itu, kemampuan mengenali informasi mencurigakan dan memverifikasinya sebelum bertindak menjadi bagian penting dari keamanan saat beraktivitas di ruang digital. Pesan tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Scam Ready ASEAN bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP), yang mengajak peserta memahami risiko penipuan melalui pembelajaran praktis dan diskusi interaktif. Program Scam Ready ASEAN diinisiasi oleh ASEAN Foundation bersama Google.org dan diimplementasikan di Indonesia oleh Kaizen Collaborative Impact sebagai salah satu Local Implementing Partner.
Kegiatan ini diawali dengan keynote speech oleh Dr. Agus Naryoso, S.Sos., M.Si., Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP, yang hadir mewakili Dekan FISIP UNDIP, Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin. Dalam sambutannya, menekankan pentingnya pembelajaran praktis dan penguatan ketangguhan komunitas melalui kolaborasi dengan para mitra program.
“Program Scam Ready ASEAN menjadi ruang pembelajaran praktis untuk memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko di ruang digital. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, penyelenggara program, dan berbagai mitra, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dampak positif, tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar kita semakin bijak dan waspada saat beraktivitas di ruang digital,” ujar Ketua Departemen.
Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi pelaksanaan Scam Ready ASEAN, Kaizen Collaborative Impact turut menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro dan juga kepada Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro. Apresiasi ini menandai dukungan kolaboratif untuk institusi pendidikan dan mitra program dalam memperluas edukasi keamanan digital di lingkungan kampus.