Wakili Indonesia di APEC Vietnam, Kaizen Bawa Potensi UMKM Indonesia ke Forum Asia-Pasifik untuk Menyuarakan Hak Perempuan pada Sektor Informal
Kaizen Collaborative Impact resmi mewakili Indonesia dalam forum internasional APEC Vietnam. Dalam kesempatan berharga ini, Kaizen membawa misi penting untuk memperkenalkan potensi besar UMKM Indonesia ke panggung Asia-Pasifik. Fokus utama yang diangkat adalah menyuarakan hak-hak pekerja perempuan pada sektor informal agar mendapatkan dukungan yang lebih adil dan inklusif.Melalui forum APEC ini, keberhasilan program pemberdayaan seperti pelatihan digitalisasi dan pemanfaatan teknologi AI bagi perajin lokal di Kabupaten Takalar turut dibagikan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa produk kerajinan daerah mampu menarik perhatian dunia internasional. Kehadiran Kaizen di Vietnam diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi global baru, sekaligus memperkuat posisi perempuan pengusaha mikro dalam ekosistem ekonomi digital ASEAN.
Rilis KaizenAPEC WorkshopVietnam
HANOI, April 2026 – Di hadapan para delegasi ekonomi dunia pada forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Vietnam, Kaizen Collaborative Impact memaparkan kesuksesan besar program AIM ASEAN (AI For MSME Advancement in ASEAN) di Indonesia. Dalam kurun waktu singkat, program ini berhasil membangun kesadaran (awareness) digital bagi 12.000 pelaku UMKM di tanah air.
Di hadapan forum APEC, Kaizen membeberkan bahwa kunci utama keberhasilan program ini adalah pendekatan yang membumi. Kaizen tidak hanya mengandalkan pelatihan secara daring, tetapi juga dengan cara turun langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi riil UMKM di tingkat pedesaan.
"Kami terjun langsung ke desa-desa untuk melihat dinamika dan kendala nyata yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia. Pemahaman mendalam terhadap kondisi akar rumput inilah yang membuat program kami tepat sasaran dan disambut antusias," ungkap Ibu Ismita Saputri selaku perwakilan Kaizen di Vietnam.
Kehadiran Kaizen di forum APEC Vietnam menjadi bukti pengakuan internasional terhadap model pemberdayaan akar rumput yang Kaizen lakukan melalui program AIM ASEAN (AI For MSME Advancement in ASEAN).
APEC Workshop on Promoting Women-owned Informal SMEs Towards the Formal Economy, 23 and 24 April 2026
Suarakan Dominasi Perempuan di Sektor Informal
Di hadapan para delegasi negara-negara anggota APEC, Kaizen mengangkat isu krusial mengenai peran besar perempuan dalam penguatan ekonomi lokal. Berdasarkan data riil yang dihimpun Kaizen selama mendampingi 110 desa/kelurahan di Kabupaten Takalar, tercatat sebesar 73% dari total pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut merupakan perempuan yang bergerak di sektor informal.
"Perempuan adalah tulang punggung ekonomi sektor informal yang sangat didukung di Indonesia, salah satu contoh nyatanya ada di Kabupaten Takalar," ungkap Ibu Dhanti Mahardika selaku perwakilan Kaizen di forum tersebut. Dukungan nyata melalui literasi digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang inklusif dinilai menjadi kunci utama untuk mentransformasi pelaku usaha perempuan agar mampu mandiri dan naik kelas ke sektor formal.
Kaizen representative presentation session
Promosikan Telur Ikan Terbang Takalar Sebagai Produsen Terbaik Indonesia
Selain membawa isu kesetaraan gender dan pemberdayaan ekonomi, Kaizen juga memanfaatkan panggung APEC untuk memperkenalkan produk unggulan lokal Takalar ke tingkat global. Salah satu yang mencuri perhatian adalah potensi komoditas Telur Ikan Terbang (Flying Fish Roe) asal Kabupaten Takalar, yang diakui sebagai salah satu penghasil dengan kualitas terbaik di Indonesia.
Melalui pemaparan ini, Kaizen ingin membuka mata pasar internasional bahwa komoditas unik dari daerah pelosok Indonesia memiliki daya saing tinggi. Dengan sentuhan manajemen bisnis modern dan digitalisasi yang tepat, produk bernilai tinggi seperti telur ikan terbang dan produk kriya lokal berpotensi besar menembus rantai pasok global di kawasan Asia-Pasifik.
Keikutsertaan Kaizen dalam forum APEC di Vietnam ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi internasional baru yang membawa dampak investasi serta transfer teknologi yang lebih luas bagi kemajuan UMKM di Kabupaten Takalar dan wilayah Indonesia Timur lainnya.
Kehadiran Kaizen di APEC Vietnam juga diharapkan membuka peluang investasi baru, sekaligus menginspirasi negara-negara anggota APEC lainnya dalam menerapkan model pemberdayaan teknologi yang inklusif bagi pelaku usaha kecil di wilayah pedesaan.
Gelar Acara UMKM Connect, LDII Sulsel Ajak Pelaku Usaha Belajar AI dan Proteksi Siber
LDII Sulawesi Selatan sukses menggelar acara bertajuk UMKM Connect. Para pelaku usaha lokal diajak untuk melek teknologi digital. Fokus utamanya adalah belajar memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk bisnis secara etis dan bertanggung jawab, sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan data dari kejahatan siber. Menariknya, acara ini juga turut dihadiri oleh Deng Ical, anggota DPR RI Komisi I. Tokoh yang dikenal peduli pada industri digital ini ikut menggandeng program AIM ASEAN milik ASEAN Foundation dan Google.org bersama Kaizen Collaborative Impact untuk ikut serta dalam kegiatan LDII Sulsel. Kehadiran program skala regional ASEAN ini diharapkan bisa membantu para pelaku UMKM lokal di Sulawesi Selatan bisa menggunakan AI sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Bantu 3.000 UMKM Takalar Go Digital, Kaizen lewat Program AIM ASEAN Sentuh 86 Desa dan 24 Kelurahan di Kabupaten Takalar
Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui digitalisasi usaha mikro. Langkah nyata ini diwujudkan lewat Pelatihan UMKM Takalar dalam Program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN). Kegiatan ini digerakkan oleh Kaizen Collaborative Impact selaku mitra pelaksana lokal (Local Implementing Partner) dari ASEAN Foundation dan Google.org.
Google.org dan ASEAN Foundation Bekali Mahasiswa UIN Walisongo tentang Etika di Era Kecerdasan Buatan
UIN Walisongo bersama Google.org, ASEAN Foundation, dan Kaizen Collaborative Impact menggelar webinar tentang etika dan jejak digital profesional di era AI, diikuti lebih dari 150 mahasiswa.