HANOI, April 2026 – Di hadapan para delegasi ekonomi dunia pada forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Vietnam, Kaizen Collaborative Impact memaparkan kesuksesan besar program AIM ASEAN (AI For MSME Advancement in ASEAN) di Indonesia. Dalam kurun waktu singkat, program ini berhasil membangun kesadaran (awareness) digital bagi 12.000 pelaku UMKM di tanah air.
Di hadapan forum APEC, Kaizen membeberkan bahwa kunci utama keberhasilan program ini adalah pendekatan yang membumi. Kaizen tidak hanya mengandalkan pelatihan secara daring, tetapi juga dengan cara turun langsung ke lapangan untuk memetakan kondisi riil UMKM di tingkat pedesaan.
"Kami terjun langsung ke desa-desa untuk melihat dinamika dan kendala nyata yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia. Pemahaman mendalam terhadap kondisi akar rumput inilah yang membuat program kami tepat sasaran dan disambut antusias," ungkap Ibu Ismita Saputri selaku perwakilan Kaizen di Vietnam.
Kehadiran Kaizen di forum APEC Vietnam menjadi bukti pengakuan internasional terhadap model pemberdayaan akar rumput yang Kaizen lakukan melalui program AIM ASEAN (AI For MSME Advancement in ASEAN).
Di hadapan para delegasi negara-negara anggota APEC, Kaizen mengangkat isu krusial mengenai peran besar perempuan dalam penguatan ekonomi lokal. Berdasarkan data riil yang dihimpun Kaizen selama mendampingi 110 desa/kelurahan di Kabupaten Takalar, tercatat sebesar 73% dari total pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah tersebut merupakan perempuan yang bergerak di sektor informal.
"Perempuan adalah tulang punggung ekonomi sektor informal yang sangat didukung di Indonesia, salah satu contoh nyatanya ada di Kabupaten Takalar," ungkap Ibu Dhanti Mahardika selaku perwakilan Kaizen di forum tersebut. Dukungan nyata melalui literasi digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang inklusif dinilai menjadi kunci utama untuk mentransformasi pelaku usaha perempuan agar mampu mandiri dan naik kelas ke sektor formal.