Lewati ke konten utama
Kaizen Collaborative Impact

Kaizen

Kembali ke impact

Nasional (Indonesia), menjangkau berbagai wilayah dengan fokus utama pelaku usaha mikro.

Membantu UMKM Mengenal AI untuk Produktivitas dan Daya Saing

UMKM membutuhkan cara praktis untuk memanfaatkan AI tanpa kehilangan konteks bisnis lokal, kedekatan pelanggan, dan kemampuan eksekusi harian.

Membantu UMKM Mengenal AI untuk Produktivitas dan Daya Saing

Masalah

UMKM membutuhkan cara praktis untuk memanfaatkan AI tanpa kehilangan konteks bisnis lokal, kedekatan pelanggan, dan kemampuan eksekusi harian.

Intervensi

Program AIM ASEAN memperkenalkan penggunaan AI untuk ide konten, efisiensi operasional, katalog produk, layanan pelanggan, dan perencanaan usaha.

Penerima manfaat

12.101 pelaku UMKM (MSME) lintas sektor di Indonesia, dengan 64,13% di antaranya adalah wirausaha perempuan.

Statistik Resmi Program

AIM ASEAN Impact Dashboard

Visualisasi sebaran 12.101 pelaku UMKM penerima manfaat di seluruh Indonesia.

12.101
Total Beneficiaries

Demografi Gender (GEDSI)

Mendorong keterwakilan wirausaha perempuan secara inklusif.

Wirausaha Perempuan
64,13%7.760 UMKM
Wirausaha Laki-laki
35,77%4.328 UMKM

13 peserta lainnya (0,10%) tidak mencantumkan data gender.

Kategori Skala Usaha

Klasifikasi resmi skala wirausaha penerima manfaat.

Mikro99,12% (11994 UMKM)

Menghidupi ekonomi akar rumput dan rumah tangga secara langsung.

Kecil0,59% (71 UMKM)

Usaha berskala kecil dengan kapasitas produksi mandiri.

Menengah0,30% (36 UMKM)

Usaha menengah dengan struktur organisasi yang mapan.

Distribusi Sektor Industri

Pengelompokan jenis usaha berdasarkan sektor operasional harian.

Kuliner
43,87%
5.309 pelaku usaha
FMCG
12,31%
1.490 pelaku usaha
Jasa/Service
11,01%
1.332 pelaku usaha
Industri Kreatif
10,06%
1.217 pelaku usaha
Fashion
8,31%
1.005 pelaku usaha
Pariwisata
3,20%
387 pelaku usaha
Lainnya
11,25%
1.361 pelaku usaha

Hasil dan indikator awal

  • 12.101 UMKM teredukasi: 11.994 skala Mikro (99%), 71 skala Kecil (0,59%), dan 36 skala Menengah (0,30%)
  • Keterwakilan gender (GEDSI): 7.760 wirausaha perempuan (64,13%) dan 4.328 wirausaha laki-laki (35,77%); 13 peserta lainnya tidak mencantumkan data gender
  • Distribusi 7 sektor utama: 43,87% Kuliner (5.309), 12,31% FMCG (1.490), 11,01% Jasa (1.332), 10,06% Industri Kreatif (1.217), 8,31% Fashion (1.005), 3,20% Pariwisata (387), dan 11,25% Lainnya (1.361)
  • Kurikulum AI praktis (konten, efisiensi operasional, layanan pelanggan) untuk usaha mikro

Pembelajaran

  • AI untuk UMKM harus praktis dan berbasis contoh nyata
  • Pendampingan lanjutan lebih bernilai daripada sesi satu kali
  • Materi harus disesuaikan dengan sektor usaha dan tingkat kesiapan digital peserta

Dokumentasi

Galeri kegiatan

Dokumentasi Membantu UMKM Mengenal AI untuk Produktivitas dan Daya Saing
Dokumentasi Membantu UMKM Mengenal AI untuk Produktivitas dan Daya Saing

Mitra

ASEAN FoundationKomunitas UMKMMitra CSRPendamping kewirausahaan