Mahasiswa UNIKA Soegijapranata Belajar Membaca Pola Manipulasi Scam melalui Scam Ready ASEAN
Semarang, 26 September 2026 — Penipuan digital semakin sulit dikenali ketika pelaku tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga memanfaatkan kepercayaan, emosi, dan situasi korban. Memahami bagaimana manipulasi tersebut bekerja menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan yang lebih aman di ruang digital. Hal inilah yang menjadi fokus Scam Ready ASEAN yang dihadirkan Kaizen Collaborative Impact bersama Universitas Katolik Soegijapranata (UNIKA Soegijapranata) bagi mahasiswa di Semarang, Sabtu (26/9).
Rilis KaizenScam Ready ASEAN, Literasi Digital, Keamanan Digital, Anti-ScamSemarang, Jawa Tengah
Modus scam dapat muncul dalam situasi yang dekat dengan keseharian, dari transaksi digital hingga relasi personal. Karena itu, memahami scam tidak cukup hanya dengan mengenali ciri-cirinya. Pengguna juga perlu memahami bagaimana pelaku membangun kepercayaan, menciptakan rasa mendesak, dan memanfaatkan kondisi emosional untuk memengaruhi keputusan. Perspektif inilah yang dibawa Scam Ready ASEAN atas inisiatif ASEAN Foundation bersama Google.org, melalui edukasi keamanan digital yang diimplementasikan di Indonesia oleh mitra lokal, salah satunya Kaizen Collaborative Impact.
Kepala Program Studi Sistem Informasi UNIKA Soegijapranata - Dr. Albertus Dwi Yoga, S.Kom., M.Kom.,
Bagi Dr. Albertus Dwi Yoga, S.Kom., M.Kom., Kepala Program Studi Sistem Informasi UNIKA Soegijapranata, kemampuan memahami pola penipuan penting karena scam dapat muncul dalam situasi yang tampak biasa. Dalam sambutannya, ia membagikan pengalaman ketika hampir menjadi korban penipuan saat mencari tempat tinggal untuk anaknya.
“Dengan adanya program ini, kita terbantu mengenali pola dan alur dari suatu siklus penipuan digital yang terjadi di masyarakat kita saat ini. Tidak hanya mengetahui ciri-cirinya, tetapi juga bisa menerapkan hal yang bermanfaat bagi pengguna ruang digital lainnya, terutama dari lingkup keluarga, teman, bahkan kerabat terdekat,” ujar Dr. Yoga.
Project Officer Scam Ready ASEAN - Ahmad Afryan
Perspektif tersebut diperluas oleh Ahmad Afryan, Project Officer Scam Ready ASEAN dari ASEAN Foundation, yang menekankan bahwa risiko scam dapat muncul di berbagai lingkungan, mulai dari komunitas hingga kawasan ASEAN. Karena itu, kesiapan menghadapi penipuan digital membutuhkan keterlibatan bersama, termasuk melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra pelaksana lokal.
Kaizen Collaborative Impact Hadirkan Scam Ready ASEAN di UNY untuk Perkuat Literasi Digital Inklusif
Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan peserta dengan disabilitas netra belajar mengenali, mencegah, dan merespons scam melalui diskusi interaktif dan simulasi Be Scam Ready.
Sementara itu, Rito Sudianto, Project Manager Kaizen Collaborative Impact, menekankan bahwa pembelajaran mengenai scam perlu memberikan peserta pengetahuan sekaligus kepercayaan diri untuk mengambil keputusan yang lebih aman saat berada di ruang digital.
“Hari ini adalah tentang membangun pengetahuan dan kepercayaan diri yang kita butuhkan untuk tetap aman saat online, mengenali penipuan, dan membuat pilihan yang lebih cerdas. Jadi, mari kita belajar bersama, mengajukan pertanyaan, dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujar Rito.
Pesan tersebut kemudian diterapkan melalui pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara aktif. Dalam dua sesi yang diikuti mahasiswa angkatan 2025–2026 bersama Master Trainer Scam Ready ASEAN Kabizatya Rizqi Amantha, serta mahasiswa angkatan 2023–2024 oleh mba Rizqika Alya Anwar. Sesi tersebut peserta tidak hanya menerima materi saja, tetapi juga mengajukan pertanyaan dan membagikan pengalaman mengenai isu penipuan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Pembahasan mencakup situasi yang dekat dengan aktivitas digital sehari-hari. Salah satunya adalah penipuan dalam transaksi jual-beli barang preloved, ketika peserta diajak memahami pentingnya melakukan pemeriksaan ulang terhadap informasi sebelum bertransaksi dan berhati-hati dalam memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Peserta juga diajak memahami bagaimana pelaku dapat memanfaatkan kondisi tertentu melalui modus seperti love scam, distraksi finansial, impulsivitas, dan kondisi emosional. Pembahasan ini menunjukkan bahwa risiko scam tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dengan bagaimana seseorang merespons informasi, tekanan, dan situasi yang dibangun oleh pelaku.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, peserta mengikuti permainan Be Scam Ready (https://bit.ly/BSR_PlayWithKaizen), yang memberikan kesempatan untuk mengenali berbagai situasi berisiko secara interaktif. Diskusi setelah permainan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji pemahaman dan menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka maupun orang-orang di sekitar mereka alami.
Simulasi Be Scam Ready dalam website https://bit.ly/BSR_PlayWithKaizen
Salah satu mahasiswa UNIKA Soegijapranata, Ernan, menilai edukasi mengenai scam penting untuk terus diperluas kepada kelompok masyarakat lain yang juga menghadapi risiko di ruang digital, termasuk penyandang disabilitas, pengusaha UMKM, lansia, dan caregiver.
Pertanyaan dan cerita yang muncul selama sesi membantu peserta memahami cara memeriksa informasi, mengenali situasi yang mencurigakan, dan mempertimbangkan kembali keputusan sebelum bertindak.
Bagi Kaizen Collaborative Impact, pembelajaran tersebut penting karena kesiapan menghadapi scam tidak berhenti pada kemampuan mengenali satu modus penipuan.
Yang perlu dibangun adalah kebiasaan untuk berhenti sejenak, memeriksa informasi, dan mempertimbangkan risiko sebelum mempercayai atau merespons sebuah permintaan di ruang digital.
Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, teman, dan komunitas. Dengan demikian, seseorang tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi turut membantu orang di sekitarnya mengenali risiko yang mungkin belum mereka sadari.
Semangat ini sejalan dengan pesan “Learn, Play, and Protect One Another” dalam Scam Ready ASEAN: belajar memahami risiko, menggunakan pendekatan yang membuat pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman peserta, dan saling melindungi ketika menghadapi ancaman di ruang digital.
Kegiatan di UNIKA Soegijapranata ditutup dengan pesan “Stay Scam Ready”—sebuah pengingat bahwa menghadapi penipuan digital membutuhkan kewaspadaan yang diterapkan secara konsisten, bukan hanya ketika seseorang sudah berhadapan dengan modus penipuan.
“Tentang ASEAN Foundation
ASEAN Foundation didirikan oleh para pemimpin ASEAN pada 15 Desember 1997 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan Hari Jadi ASEAN ke-30 di Kuala Lumpur, Malaysia. ASEAN Foundation bekerja untuk dan bersama masyarakat ASEAN dengan mandat membangun Komunitas ASEAN yang terintegrasi dan makmur melalui peningkatan kesadaran, identitas, interaksi, serta pengembangan masyarakat ASEAN.
Tentang Scam Ready ASEAN
Scam Ready ASEAN merupakan program yang dilaksanakan oleh ASEAN Foundation dengan dukungan USD 5 juta dari Google.org untuk periode 2025–2027. Program ini bertujuan membekali 3 juta orang di kawasan ASEAN dengan pengetahuan praktis untuk mengenali dan merespons penipuan daring, termasuk ancaman yang berkembang dengan pemanfaatan AI. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan, pembelajaran berbasis gim seperti Be Scam Ready, kampanye kesadaran publik, serta berbagai kegiatan di tingkat nasional dan regional untuk memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi penipuan digital.
Tentang Kaizen Collaborative Impact
Kaizen Collaborative Impact merupakan organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, edukasi literasi digital, dan pengembangan program inklusif di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan berbagai sektor publik dan lembaga regional, Kaizen Collaborative Impact berkomitmen menciptakan ekosistem digital yang aman, setara, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Dalam program Scam Ready ASEAN, Kaizen Collaborative Impact merupakan salah satu Local Implementing Partner yang mendukung pelaksanaan edukasi keamanan digital di Indonesia.”
- Kontak Media WhatsApp: 085895398398 Email: partner@kaizenimpact.org Website: www.kaizenimpact.org
Tag#Scam Ready ASEAN, Literasi Digital, Keamanan Digital, Anti-Scam#Semarang, Jawa Tengah
AIM ASEAN, AI untuk UMKM, Digitalisasi UMKM, Literasi Digital
IKA UNJ dan Kaizen Collaborative Impact Bekali UMKM dengan Keterampilan Praktis Memanfaatkan AI untuk Produktivitas Usaha
Jakarta, 26 September 2026 — Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) semakin membuka peluang bagi pengusaha usaha untuk menyederhanakan berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari membangun kehadiran usaha di ruang digital hingga membantu pekerjaan administratif. Melihat peluang tersebut, Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) bersama Kaizen Collaborative Impact membekali pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan keterampilan praktis untuk memanfaatkan AI dalam mendukung produktivitas dan pengembangan usaha.